Beda Penanganan Bencana di Jawa dan Luar Jawa

Berita Erupsi Gunung Sinabung terbenam ditutupi berita Erupsi Gunung Kelud, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menunjukkan kemahakuasaanNya bagi kita semua melalui erupsi gunung Sinabung. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa segera menolong warga yang terkenan erupsi Gunung Sinabung, walau media dan yang lainnya meningggalkan mereka.

Inilah bedanya daerah dengan Jawa. Termasuk jika terjadi bencana. Bencana Erupsi Sinabung dan Erupsi Gunung Kelud misalnya. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, baru 6 bulan setelah terjadinya bencana baru datang meninjau. Itupun ada issue penginapan sebesar Rp 15 Miliyar. Bandingkan dengan Erupsi Gunung Kelud, hanya dalam waktu 3 hari sudah ditinjau bahkan mau makan nasi bungkus.

Dan sikap ini tidak hanya ditunjukkan oleh presiden saja, pejabat/negarawan lain juga menunjukkan hal yang sama. Berikut ini pernyataan Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI dan Ketua Palang Merah Indonesia :

“Apa beda bencana di Jawa  dan luar jawa. Di Jawa orang lebih banyak yang kena. Jadilah berita besar. Selain itu di Jawa orang disiplin, dan sopan,”

JK mengatakan bahwa penanganan bencana di Jawa ini tidak bisa disamakan dengan yang di luar Jawa. Menurutnya, di Jawa seberapa besar atau kecil bencana pasti menjadi berita besar karena yang terkena dampak lebih banyak daripada yang di luar Jawa dengan ukuran bencana yang sama. Selain itu, orang Jawa lebih menurut, jadi lebih mudah diatur karena disiplin dan sopan.

Jadi jangan heran jika suatu saat nanti akan banyak daerah yang akan memisahkan diri, jangan heran jika banyak muncul Gerakan Kemerdekaan yang baru semacan GAM (Gerakan Aceh Merdeka), OPM (Organisasi Papua Merdeka), dan jangan salahkan jika muncul Gerakan PRRI dan PERMESTA yang baru.

 

External Link :

http://www.merdeka.com/foto/peristiwa/tinjau-korban-kelud-sby-makan-nasi-bungkus-bareng-pengungsi.html

http://www.tribunnews.com/nasional/2014/02/15/beda-penanganan-bencana-di-jawa-dan-luar-jawa-versi-jk

 

 

sipeop na godang ndang marlobi-lobi, si peop na otik ndang hurangan.

BATAKPEDIA

on

Tinggalkan Pesan